• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Kurang dari 4 Bulan, Jing Chips – Pemenang Hombis YEA 32, Kini Terjual 2000 pcs perbulannya

Ada yang tahu emping jagung..?? Yap, itulah bahan utama dari Jing Chips. Emping jagung yang digoreng dan tersedia dalam berbagai varian rasa Choco Booster, Vanillaugh, dan Greenteavity ini, dikemas dengan warna yang mencolok. Jing Chips menjadi snack kekinian yang berhasil memenangkan kompetisi Home Business (Hombis) YEA 32 dengan omset lebih dari Rp 21 juta selama 4 minggu. Memecahkan rekor omset pemenang hombis sepanjang sejarah YEA. Terdiri dari 4 orang, Riska, Tyo, Talitha, dan Taufik, berkomitmen untuk melanjutkan penjualan Jing Chips meski kompetisi Hombis telah usai. Hal tersebut dikarenakan angka penjualan menunjukan hasil yang baik dan profit yang mereka rasakan. Sehingga meskipun belum lulus dari YEA, mereka sudah mempunyai produk sendiri.

Hombis Yea

Awalnya mereka pun tidak menyangka akan memenangkan kompetisi Hombis, terlebih ide produk mereka di awal bukanlah emping jagung, melainkan kol goreng. Selain itu, mereka bersaing dengan Salto Salted Egg, yang merupakan salah satu kelompok terbaik di Hombis YEA 32. Hanya selisih 1-2 juta, Alhamdulillah Jing Chips berhasil menjadi juara.

Ide mereka mengusung produk emping jagung, dikarenakan hasil riset mereka terhadap keinginan pasar. Kol goreng yang mereka usulkan sebelumnya terdapat banyak kelemahan, di antaranya kendala dalam menjaga kol goreng agar tetap renyah. Mereka pun akhirnya melakukan riset dan mentoring, sehingga diambilah emping jagung sebagai produk yang mereka re-branding di Hombis YEA 32.

Nama Jing Chips didapat dari singkatan jagung emping. Karena singkat, nama Jing Chips pun mudah diingat dan diucapkan.

Proses produksi Jing Chips sangat sederhana. Mereka membeli emping jagung dari supplier di Cimahi, kemudian menggoreng emping tersebut, diberi berbagai varian rasa, lalu dikemas. Perlu 1 minggu untuk mereka melakukan trial-error (uji ngangenin) terhadap rasa dari Jing Chips ini, hingga akhirnya mereka siap untuk produksi masal. Hasil dari uji ngangenin tersebut adalah Jing Chips rasa manis lebih laku dibandingkan dengan Jing Chips yang asin. Oleh karena itu mereka putuskan untuk memproduksi hanya rasa yang manis.

Perihal pemasaran, mereka mengerahkan semua kerabat dan teman yang masih kuliah untuk menjadi reseller. Rata-rata, orang yang menjadi reseller Jing Chips adalah orang yang pernah membeli atau mencoba emping jagung tersebut. Mereka memang sengaja memberikan sampel gratis untuk calon pembeli agar orang tersebut ingin membeli. Hal ini terbukti dari angka repeat order yang mereka peroleh.  

Jing Chips hanya dipasarkan melalui instagram, tanpa iklan. 1342 followers didapat secara organik. Mereka pun rajin meng-endorse Jing Chips pada selebgram secara rutin.  

Saat ini, sudah ada 20 reseller yang konsisten melakukan repeat order. Dari para reseller tersebut-lah angka penjualan sebanyak 2000 pcs perbulan tercapai. Mereka mengedukasi para reseller dan membantu memberikan konten marketing yang reseller butuhkan. Harga beli reseller Jing Chips adalah Rp 13ribu/pcs dengan minimum pembelian 20 pcs. Reseller diperbolehkan menjual dari harga minimal Rp 17ribu hingga Rp 21ribu.

“Jadi omsetnya berapa..??” Monggo kalikan sendiri ya harga jual minimum untuk reseller dengan 2000 pcs Jing Chips yang terjual tiap bulannya. Yang jelas lebih dari Rp 20juta, dan merupakan permulaan yang baik untuk level start-up.  

Gimana, enak kan jadi siswa YEA..?? Mereka udah panen omset terus nih, kamu kapan..?? Atau jangan-jangan tertarik untuk jadi reseller Jing Chips..? 🙂

Subscribe
Newsletter