• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Solusi untuk Pola Kegagalan Tempat Wisata

kegagalan-tempat-wisata-indonesia

Oleh: Mas Jaya Setiabudi (Founder YEA, ECAMP, Yukbisnis)

Banyak tempat pariwisata di Indonesia yang tidak dikemas dengan baik sehingga menimbulkan pola kegagalan. Salah satunya sering memukul harga sehingga yang ada di benak kita bahwa makanan yang ada di tempat wisata ya mahal, padahal tidak semua seperti itu. Ini yang membuat rugi bagi pedagang yang menjual murah makanannya. Nah inilah gunanya perlihatkan harga di depan agar pengunjung tidak was was dan tidak takut untuk membeli. Transparansi harga juga sudah banyak diterapkan di daerah wisata di luar negeri yang membuat pengunjung nyaman saat membeli.

Nah lalu apa solusi taktis yang dapat diterapkan..?

1. Buat alur peta wisata

Gunanya agar pengunjung tidak bingung dan mendapatkan informasi lebih mengenai apa saja yang ada di tempat wisata tersebut. Kita juga bisa menambahkan keterangan baiknya pengunjung itu mengunjungi tempat mana terlebih dahulu, disesuaikan keindahan tempatnya sesuai waktu. Misal pagi hari sebaiknya pengunjung ke spot A terlebih dahulu agar dapat menikmati sunrise, dan seterusnya. 

2. Selaraskan semua tema di satu tempat wisata

Misal tema tempatnya romantic, maka semua hal yang ada di tempat wisata tersebut harus mengikuti tema yang sudah ditetapkan. Termasuk suara music dari tiap warung tidak boleh seenaknya sendiri, melainkan harus mengikuti tema tempat wisata. Agar pengunjung mendapatkan feel-nya dari tempat itu sehingga akan terkenang dan ingin berkunjung kembali atau merekomendasikan pada yang lain.

3.  Penataan spot

Harus dipetakan di luar dan di dalam. Agar pengunjung mengerti ada spot apa saja dan baik user experience-nya. Ini sebenarnya sudah banyak diterapkan banyak tempat wisata di Indonesia, hanya perlu penataan lebih baik saja untuk warung dan pedagangnya.

BACA: Bagaimana Cara Membuat Konten yang Viral

4. Kuliner di tempat wisata

Harus diselaraskan dengan tema tempat wisata dan ada transparansi harga agar pengunjung tidak takut untuk membeli. Kalau bisa jangan ada makanan lain di luar tema tempat wisata.

5. Oleh-oleh

Juga harus sesuai tema tempat wisata, juga diedukasi pembuatannya dan harus dikurasi untuk bisa dijual di tempat tersebut, agar pengunjung tidak kecewa. Dan kalau bisa oleh-olehnya tidak dijual di tempat lain agar membuat eksklusifitas dan menciptakan rasa kangen bagi pengunjung. 

Semua ini harus dilakukan oleh siapa..?? Bukan oleh pemerintah saja, melainkan semua yang peduli pada daerah wisata Indonesia bisa ikut andil dalam hal ini. Misal ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, dan warga setempat yang ingin memajukan daerah wisatanya.

Semoga bermanfaat.. 

————————————————–

ECAMP 159 Jogja 20-22 November 2020

ECAMP 160 Bandung 11-13 Desember 2020

(Semua kegiatan ECAMP menggunakan protokol kesehatan dan Garansi 100% uang kembali – syarat dan ketentuan berlaku)

Daftar di bit.ly/daftarecamp2020

Leave a reply

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA