• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Kenapa Universitas Jarang Melahirkan Pengusaha

universitas jarang melahirkan pengusaha

Mencetak pengusaha beda cara dengan mencetak karyawan. Seperti mengadon kue, harus tahu dulu kue apa yang akan dibuat. Adonan itu seperti urutan.

1. Tentukan dulu tujuan, mau membuat apa.

Karena membuat cake biasa tentunya akan berbeda adonannya dengan membuat brownies.

Tujuan harus jelas dan tidak boleh bias. Misal kita ingin membuat kue cake sekaligus brownies apakah bisa..?? Begitu juga jika ingin mencetak pengusaha sekaligus karyawan, itu akan susah nantinya. Tujuan harus satu agar kurikulum dan semua praktek bisa mengantarkan siswa menuju goalnya itu.

2. Komposisi bahan

Tentukan bahan untuk membuat kue, misal tepung terigu, telor, mentega. Tapi semua bahan tersebut tidak cukup jika kita tidak tahu takarannya. Jika terigunya kebanyakan maka akan buat kue tersebut bantet dan keras misalnya.

3. Urutan

Dalam membuat kue urutan bahan yang dimasukkan sangatlah penting. Tidak bisa kita memasukkan semua bahan secara bersamaan karena akan merusak tekstur yang diinginkan. Begitupun jika ingin mencetak pengusaha, ada urutan ilmu yang harus dipelajari terlebih dulu sesuai dengan levelnya. Jika orang yang baru mau mulai berbisnis diberi materi bisnis terkait systemizing, maka niscaya orang tersebut akan takut dan pusing duluan. Akhirnya bisnisnya tidak mulai-mulai. Tahapan pembelajaran sangat penting di sini. Oleh karena itu YEA sendiri memberikan materi 5 tangga bisnis agar siswa menerima asupan secara bertahap sesuai dengan levelnya.

4. Cara pengerjaan

Coba tanya pada ahlinya bakery atau tukang buat kue, maka akan paham  bahwa cara mengadon cepat dan lambat akan sangat mempengaruhi tekstur dan hasil pada kue tersebut. Entah itu mengembangnya jadi berbeda, atau kelembutannya jadi berbeda.

5. Alat bantu

Tentunya pemakaian alat bantu juga akan berpengaruh terhadap hasil. Adonan dengan tangan dan alat akan menghasilkan adonan yang berbeda. Tergantung dari apa yang mau kita buat, ada yang lebih baik menggunakan tanggan ada juga yang lebih baik menggunakan alat seperti mixer misalnya.

Mencetak pengusaha, maka kurang lebih akan terkait pada 3 hal ini:

1. Tujuan

2. Komposisi

3. Takaran

Nah, mengapa universitas jarang menelurkan pengusaha meskipun universitas tersebut punya jurusan bisnis..??

Ini fenomena yang terjadi. Sekolah bisnis atau universitas yang ada sekarang ini adalah pengembangan dari ilmu manajemen. Jika kita ditawarkan sekolah manajemen itu biasanya akan ditawari manajemen keuangan, manajemen pemasaran, SDM, dan operasional. Dan kita hanya boleh pilih salah satu. Sedangkan bagi yang ingin menjadi pengusaha membutuhkan 4 materi tersebut.

“Banyak kok Mas J sekolah bisnis yang sekarang juga menerapkan hal itu, kita jadi bisa mempelajari semuanya..”

Betul, tapi masalahnya kurikulum mereka adalah pengembangan dari kurikulum manajemen untuk multinasional company yang seringkali tidak pas untuk UKM skalanya. Seringkali juga setelah dicek tujuan mereka selain untuk menciptakan entrepreneur juga menjadikan siswa agar bisa berkarir di perusahaan multinasional.

Bagi saya itu seperti sekolah banci alias 2 kepribadian yang berbeda. Di sisi lain dia ingin membuat siswanya jadi entrepreneur, di sisi lain dia memberi opsi lain pada siswanya agar bisa berkarir di suatu perusahaan. Jelas tidak bisa seperti itu. Jika ingin menjadi pengusaha ya harus menjalankan step –stepnya untuk menjadi pengusaha, yang mana sangat berbeda dengan step-stepnya orang yang mau jadi karyawan.

Oleh karena itu tujuan harus satu dan jelas, karena itu menentukan step-stepnya nanti.

Makanya untuk YEA saya tidak menyetarakannya dengan universitas, karena memang bukan. YEA itu simpelnya merupakan kursus bisnis yang belajar intensif selama 6 bulan. Walaupun sebenarnya saya kurang sreg dalam waktunya dan ingin menjadikan kurikulumnya itu jadi 1 tahun agar bisa lebih menanamkan mindset pengusaha yang tidak mudah digeser.

Sepanjang sejarah mengajar calon pengusaha di YEA, karakter mereka cenderung nyleneh; bandel, susah diatur, bosenan, lompat2 mikirnya. Mereka sering dianggap siswa bermasalah. Padahal gurunya yang bermasalah keilmuannya. Justru ngajar calon pengusaha yang penurut banget malah susah.

YEA Reguler open batch 40, start kelas insyaAllah 8 Januari 2021

Yuk daftar disini!

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA