• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Tips Atasi Bahaya Omset Semu Marketplace

bahaya omset semu marketplace

“Mas J, Saya produsen busana muslim. Saya berjualan di marketplace. Bulan pertama kedua, penjualan langsung meledak. Sampai saya kewalahan produksi, hire karyawan dan nambah mesin jahit. Masuk bulan keenam, penjualan mulai menurun, kemudian saya turunkan harga dan penjualan naik lagi, tapi hal itu tak berlangsung lama. Saat ini margin saya sudah tipis, karena saya banting harga terus. Mohon solusinya, karena saya gak tega memecat penjahit penjahit saya.” (re: bahaya omset semu marketplace )

Pertanyaan ini sering terjadi. Padahal 3 tahun lalu saya sudah mengingatkan tentang omset semu dari marketplace.

Solusinya bangun brand. Mulai dari membuat ciri khas yang kuat atau membuat trend yang belum ada. Mungkin susah bagi UKM karena rata-rata meniru yang sedang trend. Tidak salah juga, hanya kita perlu menambahkan ciri khas kitanya untuk menjadi pembeda dari produk serupa.

Ingat:

1. Brand mustahil dibangun tanpa differensiasi yang kuat. Kalau dalam fashion disebutnya ciri khas desain.  

2. Marketplace itu seperti kolam hiu. Punggung hiu ibarat trafik marketplace, kita ingin bisa akselerasi cepat dengan menumpang trafik dari marketplace. Tidak salah, tapi jangan sampai kita terlena dan malah digigit oleh hiu tersebut. Habislah kita.

Lalu bagaimana solusinya..?

Jangan jual semua produk di marketplace. Kita jual hanya produk tertentu yang jadi produk penetrasi. Produk penetrasi bisa jadi produk yang sedang tren sehingga banyak kemungkinan orang untuk membelinya. Tujuannya agar kita bisa mendapatkan database pembeli. Jadi pada saat pengiriman kita konfirmasi dulu dengan meminta nomor wa dan emailnya. Nah dari situ kita bisa mem-follow up mereka dan mengarahkan ke website kita langsung.

“Tapi mas biasanya mereka gak mau closing kalo via web. Maunya wa atau marketplace..”

Untuk masalah ini ada 1 tips yang tokcer yaitu dengan memberikan iming-iming. Contohnya brand skincare Envygreen yang closing ribuan perbulannya melalui toko online hanya karena ada iming-iming undian hadiah logam mulia bagi yang membeli via toko online langsung. Hal ini memicu banyaknya pembelian via website.

Tapi kita jangan langsung menerapkan plek-plek tips iming-iming logam mulia ya karena belum tentu target pasar kita tertarik dengan hal itu. Envygreen menerapkan itu karena sebagian besar konsumennya wanita dan ibu-ibu. Jadi kita cari tahu dulu hal apa yang menarik perhatian konsumen kita.

Setelah berhasil menggiring mereka ke toko online kita, di situlah kita bisa menjual produk – produk unggulan yang menjadi ciri khas kita. Dengan begitu kita bisa punya kolam sendiri, dan jangan lupa diberi makan dengan konten-konten yang bermanfaat untuk mereka agar tetap ingat dan terus follow akun kita. Jadi, hati-hati dengan bahaya omset semu marketplace.

Semoga bermanfaat..

Salam,

Jaya Setiabudi

————————————–

ECAMP 157 Jogja 11-13 September 2020

ECAMP 158 Bandung 25-27 September 2020

Daftar disini

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA