• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

3 Alasan Kenapa Ide Bisnis Bagus Belum Tentu Diterima Pasar

Hasil riset menyebutkan bahwa ada fenomena menarik dari anak angsa yang baru menetas. Anak angsa tersebut akan mengikuti siapapun yang pertama kali ia lihat dalam 13-16 jam pertama setelah menetas, karena menganggap itu adalah ibunya.

Fenomena imprint ini juga terjadi pada manusia. Meskipun manusia tidak hanya memiliki insting dan punya kemampuan berpikir lebih.

Kebab pertama yang saya makan adalah kebab Turki Baba Rafi di Jeddah saat umrah. Jujur saya gak doyan, rasanya tawar dan ada rasa aneh di mustardnya. Lidah saya tidak terbiasa dengan itu. Padahal mungkin saja itu adalah rasa kebab yang aslinya.

Pizza pertama yang saya makan adalah Pizza Hut. Saya berpikir bahwa rasa pizza ya seperti ini (Pizza Hut). Saat di negara lain saya jadi bingung karena rasa pizza-nya berbeda sekali, kok asin banget. Oh ternyata di sana bahan keju dan susunya banyak, sedangkan saya tidak terlalu menyukai produk olahan susu. Sedangkan di Indonesia pizza-nya banyak kadar saus tomatnya.

Nah, jika produk anda bisa menjadi imprint untuk target pasar anda (terutama di negara sendiri), maka produk anda bisa dianggap yang asli. Padahal mungkin belum tentu itu yang asli.

Itulah keunggulan menjadi yang pertama di suatu produk kategori.

Yang kedua, kita bahas masalah selera

Saat kawan saya dari Jawa Timur main ke Semarang, saya ajak dia makan di tempat makan khas Semarang. Dia komentar seperti ini: “Ini apa ya, kok muanis banget.”

Karena dia dari Jawa Timur ternyata tidak suka dengan makanan yang terlalu manis. Rasa makanan yang disuka atau selera sebenarnya dibentuk dari kebiasaan yang ada di daerah tersebut. Jika dari kecil kita seringnya makan asin, maka saat sudah besar tentu lidahnya tidak terbiasa dengan rasa manis.

Pembentukan selera berdasarkan daerah ini tidak hanya terjadi untuk makanan, melainkan juga pada selera musik, pakaian, warna, dll.

Tapi selera ini juga bisa berubah seiring perkembangan jaman. Seiring dengan pengaruh baru yang masuk ke daerah kita. Misal, pemuda jaman dulu dan jaman sekarang tentu berbeda selera musiknya. Jika remaja kebanyakan sekarang mungkin telinganya lebih suka mendengarkan musik K-Pop ketimbang dangdut.

Ini juga bisa berpengaruh terhadap produk. Jika ingin suatu produk diterima di suatu daerah, maka ikutilah selera kebanyakan di daerah tersebut.

Yang ketiga adalah asli, yang beneran ori dari penciptanya belum tentu yang mempopulerkan di suatu daerah.

Tiap ditawari Lumpia Semarang, istri saya menolak. Dia bilang: “Ada gak yang pake bengkoang..??”. Saya otomatis berpikir, pake bengkoang..?? Yang asli ya pake rebung. Lumpia ya isinya rebung. Sedangkan istri saya terbiasa makan yang isinya bengkoang.

Jadi, jika kita ingin membawa ide bisnis /produk dari luar, maka sesuaikanlah dengan selera daerah yang akan kita juali, agar mudah diterima.

Ingat: yang enak belum tentu asli, dan yang asli belum tentu sesuai dengan selera kita.

Semoga bermanfaat..

Salam,
Jaya Setiabudi (Founder ECAMP, Yukbisnis, YEA)

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA