Mudah Menyerah Ketika Jalani Bisnis? Mungkin Ini Penyebabnya

Mudah Menyerah Ketika Jalani Bisnis? Mungkin Ini Penyebabnya

Kenapa orang pada saat pertama kuliah bisa  bersemangat atau terpaksa bersemangat..?? Yang pertama karena ada tujuannya, yaitu untuk menjadi sarjana. Meskipun ini juga salah, tapi ya mendinglah..

Seharusnya pada saat kuliah itu tujuannya agar keilmuan dan skill lebih bagus lagi.  Yang kedua karena ada kurikulumnya. Kemudian ada dosennya yang mengawasi dan mengajarkan. Juga ada rambu-rambunya, anda harus bangun pagi, karena masuknya jam 7 atau 8 pagi. Dan terakhir, ada nilai atau KPInya anda lulus atau tidak lulus. 

Saat kuliah anda membayar, makanya anda nurut karena sudah bayar. Tujuannya yang penting bisa cepat lulus, bukan untuk menjadi seorang ahli atau maestro. Motivasinya seringkali untuk menyenangkan orang tua. Ok, lumayan lah.. 

Tapi habis lulus bingung, kenapa.. Bingung mau ngapain karena tujuannya tidak jelas. Kerja akhirnya untuk menemukan suatu tujuan, bukan untuk mencapai tujuan. 

Mau sukses katanya.. tapi ditanya sukses yang seperti apa bingung lagi..

Akhirnya lihat di medsos, lihat ini itu, bahkan bisa jadi salah channel. Walhasil makna suksesnya sesat. Dapetlah dia ujungnya ingin jadi pengusaha. Pas ditanya kenapa ingin jadi pengusaha, jawabnya karena ingin kaya.

Kenapa harus kaya..? Seperti kata di medsos, biar sedekahnya banyak. Katanya begitu.. Piye carane..? Gak ada kurikulumnya, gak jelas dosennya, akhirnya cari di youtube dan google. Menjadikan mereka sebagai dosen dan kurikulumnya.

Itupun juga bingung, karena dosennya banyak banget. Kurikulumnya juga yang mana nih yang bener..? Cari jalan, tambah bingung lagi. Kenapa..? Karena bingung, banjir informasi. Ada begitu banyak cara untuk membangun sebuah bisnis, mulai dari cara A hingga Z.

Karena tidak ada dosen atau mentornya, akhirnya comot kurikulum sana sini, tak beraturan dan tak berurutan. Karena bingung harus mulai dari cara yang mana. Coba ini, coba itu, padahal cara yang sebelumnya saja belum khatam, tapi tergiur dengan cara lain yang katanya lebih mudah.

Jika akhirnya gagal, disebutnya itu adalah guru kesuksesan. Lalu gagal lagi, dan gagal lagi, muter-muter saja disitu hingga akhirnya stres dan depresi, menyalahkan keadaan.

Guru adalah penunjuk jalan, kadang murid belum paham kenapa harus ke kanan duluan  atau kiri duluan. Belum paham, tapi banyak protes. Akhirnya ganti guru, dan berpola meskipun ganti guru ke 10 kalinya, tetap saja gagal. Kenapa..? Selain karena tidak sabar dengan prosesnya, juga karena ada faktor ‘gratis’ (comot youtube/google) sana sini tadi, jadi gampang buat ganti channel alias gurunya. 

Coba kalau bayar dan tempat belajarnya formal, mau gak mau ya dia akan tetap belajar di situ. Tidak mudah ganti guru, sehingga mau tidak mau akan nurut.

Apalagi kalau ada kurikulumnya, urutan pembelajarannya, dan jelas mentornya, masa iya tidak akan menghasilkan apa-apa..??

Tapi masalahnya.. Ada gak sih kursus online tentang bisnis yang lengkap 1 paket dari starting sampai profiting, belajar ini itu A-Z, dapat Free mentoring dan dibimbing juga, tapi MURAH..??”

Cek aja disini

Belajar itu gak enak, tapi maunya langsung pinter, opo tumon..??

– Grow your self and pay the price

—————————————–

YEA Virtual Open batch 4 – Opening class 9 Juli 2021

Di jamin, bukan kursus online biasa, diadakan secara LIVE online selama 3 bulan dan dapat FREE mentoring seumur hidup

Daftar disini sekarang juga

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA