• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Mahal di Biaya Produksi..?? Ini Solusinya • yea-indonesia

“Niat hati ingin membeli kandang kelinci, tapi setelah tahu harganya 600ribu akhirnya diputuskanlah untuk membuat kandang sendiri. Loh kok tapi malah lebih mahal ya ternyata biayanya..?? Beli kayunya, beli ini itunya, banyak perintilan yang tidak bisa kita beli satuan. Seperti paku ternyata harus beli 1 pack, begitupun perlengkapan lainnya.” – Anonim.

Pernah mengalami hal seperti ini..?? Buat sendiri lebih mahal daripada beli

“Nah trus gimana dong buat kita yang punya usaha..?? Produksi jadi mahal jatohnya. Soalnya apa-apa harus beli skala grosiran, gak bisa ngecer/satuan.”

Inilah salah satu problem anak YEA 37 yang saat ini sedang sibuk menjalankan project hombis (Home Business). Dimana mereka belajar membuat produk sendiri, mengemas sendiri, hingga memasarkan produk sendiri. Esensinya mereka harus bisa membuat produk dan mengetahui pola keberhasilan dalam hal produksi dan penjualannya. Agar menjadi bekal mereka kelak setelah lulus YEA.

Tapi tenang, bukan berarti tidak ada solusinya kan..?? Yuk kita belajar lean process. Eh main deng, agar tidak terkesan serius hehe..

Sebenarnya jika diteliti, ada banyak sekali proses yang tidak diperlukan dalam bisnis kita. Sifatnya waste atau pemborosan. Sehingga jika dilakukan malah akan membuat hpp menjadi mahal dan proses bisnis menjadi kurang efisien.

Dan jika kita membuang semua proses bisnis yang sifatnya waste tadi, maka kita dapat membuat biaya produksi menjadi lebih irit atau ramping.

Apa saja sih proses bisnis yang termasuk ke dalam kategori waste..??

Sebelumnya kita jelaskan dulu definisi waste ya. Waste itu adalah segala sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan oleh target pasar kita, apapun itu. Jadi, yang menurut kita sebagai produsen penting untuk dilakukan, belum tentu target pasar kita memerlukan hal itu.

Misal, kamu menjual kacang goreng. Dikemas sedemikian cantik, hingga harga packaging-nya mencapai 5ribu/pcs (ini cuma contoh ya). Karena kamu mengira target pasar akan suka dan bisa membuat mereka lebih tertarik untuk membeli. (tidak berdasarkan data)

Siapa nih yang suka sok tahu kaya gini..?? wkwk

Sedangkan saat kita tanya langsung ke target pasar, ternyata mereka tidak terlalu membutuhkan kemasan yang mewah seperti itu, cukup kemasan menarik dengan harga 3ribu/pcs mereka sudah mau untuk membeli.

Nah ini dinamakan waste. Karena sebenarnya kamu bisa menghemat 2ribu/pcs.

“Ah 2ribu doang, kecil..!!” Eits, kata siapa kecil..?? Kalau dikali minimal 1000 pcs/produksi, artinya kamu bisa menghemat hingga 2juta rupiah per sekali produksi.

Nah khaaan, mulai mikir.. wkwk…

Apalagi nih yang bisa dihemat..??

Karena fokus utama dari konsep Lean Process itu adalah untuk menghilangkan waste dalam proses, maka ada 8 macam waste yang dapat kita hilangkan atau minimal dikurangi:

1. Waste Transportasi – Kalo bisa gak pake kendaraan, ngapain harus pake..?? Atur ulang posisi proses bisnis dari hulu ke hilir.

2. Waste Kelebihan Persediaan  – inventori, stok atau persediaan yang berlebihan.

3. Waste Gerakan – waste ini berupa waktu yang digunakan untuk mencari, kemudian gerakan yang tidak efisien dan tidak ergonomis.

4. Waste Menunggu – waste ini termasuk antara lain aktivitas menunggui mesin otomatis, menunggu barang datang, dsb.

5. Waste Kelebihan Produksi – menghasilkan produk melebihi permintaan, ataupun lebih awal dari jadwal.

6. Waste Proses Berlebih – penambahan proses yang tidak diperlukan bagi barang produk hanya akan menambah biaya produksi.

7. Waste Defect  – kerja ulang yang tidak ada nilai tambahnya (pelanggan tidak membayar).

8. Waste keterampilan – manajemen tidak memanfaatkan kemampuan dan keterampilan staf dengan benar bahkan tidak melibatkan mereka dalam proyek improvement di organisasi.

STOOP..!! Sampe di sini dulu, pada pusing gak..?? Hehe..

Oh sama kalo kamu dengerin lagu sambil chat pelanggan kamu itu termasuk waste juga gak ya..?? Wkwk..

Cerna dulu yang ini ya, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di materi berikutnya. Atau mau belajar bisnis langsung di YEA..??

Nih cerita tentang Bolumer, salah satu produk hombis yang sudah menghasilkan 28 juta rupiah. Simak strateginya disini

BTW YEA 39 sudah open batch ya, insya Allah mulai kelas Juli 2020. Daftar di bit.ly/daftarYEA39

Subscribe
Newsletter