• Call us: 085-100-313999
  • info@yea-indonesia.com

Selalu Gagal Berbisnis? Ini Alasannya!

Image

 

Memang tidak mudah menjadi pengusaha sukses. Selalu ada kerikil-kerikil tajam yang harus dilalui. Beberapa pengusaha berhasil melaluinya dan mencapai kesuksesan. Namun tidak sedikit juga yang gagal bahkan bangkrut. Kegagalan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Seorang konsultan kewirausahaan, Nelli Akalp mengungkapkan bahwa ada enam alasan menyebabkan seorang pengusaha  gagal menjalankan bisnisnya.

  1. Tidak memiliki passion dalam berbisnis

Tahukah Sobat, apakah yang mempengaruhi kesuksesan seorang pengusaha? Passion atau minatlah yang mempengaruhi faktor kesuksesan seseorang. Jika Sobat hanya menjalankan bisnis sesuai bidang yang Sobat minati, itu saja tidak cukup. Sobat juga harus memiliki minat dalam hal pengelolaan bisnis yang baik.

 

  1. Takut gagal

Rasa takut yang berlebihan akan mempengaruhi kesuksesan Sobat. Takut yang berlebihan akan mengantarkan Sobat pada kegagalan. Jangan takut salah dalam mengambil keputusan bisnis. Pandang kegagalan sebagai sesuatu yang berguna untuk mengambil langkah di masa depan. Ambil hikmah dari setiap kegagalan yang dihadapi.

 

  1. Tidak bisa bekerja tanpa pedoman

Tidak ada pedoman tertulis yang menjelaskan cara-cara berwirausaha yang baik. Tidak ada pula yang memberi perintah untuk Sobat dalam melaksanakan kegiatan usaha. Sobat harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam mengambil keputusan meskipun tanpa instruksi orang lain.

 

  1. Kekecewaan yang berlebihan

Saat Sobat memulai suatu bisnis, tentunya tidak selalu berjalan mulus. Ketika Sobat memasarkan suatu produk atau jasa, tidak sedikit yang menolak produk atau jasa yang Sobat tawarkan. Apalagi saat Sobat membutuhkan seorang investor ternyata masih mengalami penolakan. Penolakan-penolakan inilah yang bisa menurunkan semangat Sobat untuk mempertahankan bisnis. Kecewa boleh, namun jangan terlalu lama. Jadikan penolakan ini sebagai motivasi dan sarana pembelajaran dalam menjalankan bisnis.

 

 

  1. Sibuk dengan hal-hal yang kurang mendesak

Sebagai pengusaha yang baik, pastinya bisa menentukan skala prioritas mengenai kegiatan yang penting dan mendesak, serta penting dan tidak mendesak. Panggilan telepon, email, notifikasi media sosial yang tidak terlalu penting dan mendesak sebaiknya dialihkan terlebih dahulu. Utamakan yang paling penting dan mendesak. Hal ini akan membuat pengusaha menjadi lebih produktif dan teratur.

 

  1. Hanya fokus pada produk atau jasa yang ditawarkan

Boleh-boleh saja Sobat melakukan inovasi dan pemasaran “heboh” terhadap produk maupu jasa Sobat. Namun Sobat juga harus memikirkan kepuasan pembeli ketika bertransaksi. Cobalah menganalisis apa saja yang diinginkan oleh pembeli agar Sobat bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli. Dengan begitu, Sobat bisa menarik banyak pembeli dan bersaing dengan para kompetitor Sobat. 

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati
http://yea-indonesia.com

2 Comments

  1. tymothy bradley | June 3, 2016 at 12:56 pm

    Saya baru saja memulai bisnis mbak. saya menjalaninya bersama teman saya, karena saya mempunyai modal yang kecil. namun, teman saya sudah berfikir pesimis dengan apa yang sudah kita lakukan saat ini. apakah itu termasuk sebuah kegagalan nantinya? makasih.

    Reply
    • Yosephin Pranata | July 11, 2016 at 7:51 am

      Dear Mas Timothy,

      Kegagalan akan terjadi saat kita berhenti berjuang. Selama kita terus berusaha, bukan kegagalan namanya jika ada kendala, melainkan pembelajaran. Tidak masalah mengenai modal yang kecil, yang penting adalah strateginya yang harus disesuaikan. Jika modalnya minim, maka mulailah dari kolam yang kecil terlebih dulu. Lakukan apa yang bisa dilakukan terlebih dulu. Cash flow yang harus di lancarkan terlebih dulu. Mungkin artikel ini bisa membantu memberikan inspirasi http://bit.ly/pemasaranYEA . Tetap semangat dan yang terpenting adalah besarkan optimisnya daripada pesimisnya :)

      Reply

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Subscribe
Newsletter