• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Parameter, Cara Agar Iklan Kamu Tidak Boncos Lagi! • yea-indonesia

Udah berkali-kali ngiklan kok boncos terus. Jangankan konversi, traffic aja masih minim. Ya, itulah dilema marketing online. Artinya, dibutuhkan lebih dari strategi agar iklan kamu gak boncos. Mentor YEA di bidang marketing online dan Founder Kelasbos, mas Fahmi Hakim kasih tahu kamu nih cara agar iklan tidak boncos lagi.

Pertama, kamu harus benahi dulu mindset dan harus paham tugas iklan Facebook dan Instagram ini apa sih?

Sebelum bahas Facebook dan Instagram ads, pahami dulu bahwa, untuk mendapatkan hasil lebih banyak dari bisnis online, tentu saja kamu harus mendatangkan traffic (pengunjung) sebanyak mungkin sesuai dengan target omzet kamu.

Mengapa demikian? Karena kalau tidak ada traffic yang masuk, memangnya siapa yang mau beli? Begitu logika sederhananya.

Setelah itu, kamu harus mampu mengubah orang yang datang tersebut (traffic), menjadi pembeli. Ini namanya conversion. Dan ini memerlukan strategi. Traffic dan konversi tentunya tidak semudah seperti yang dituliskan. Pada prakteknya, membutuhkan strategi yang tepat dan perlu ketekunan.

Namun jauh sebelum bicara 2 hal diatas (traffic & conversion), Kamu harus mempraktikkan dulu beberapa hal. Seperti :

1. Memperjelas siapa target market yang akan dibidik

2. Menyiapkan produk yang punya nilai lebih dan ‘layak jual’

3. Menyusun bisnis modelnya yang sesuai dengan pasar dan era yang terus berkembang

4. Menyusun strategi digital marketing yang tepat

5. Menyiapkan landingpage serta toko online (jika produk fisik) yang layak laris.

Barulah kemudian bicara Facebook dan Instagram Ads. Yang mana keduanya adalah salah satu sumber traffic. Arti sederhananya, media yang digunakan untuk mendatangkan traffic sebanyak yang kamu mampu.

Lalu bagaimana agar iklan tidak boncos terus menerus? Salah satunya kamu harus punya parameter!

Yup, kamu harus punya parameter, punya ukuran. Bagaimana itu bisa dikatakan iklan yang boncos, bagaimana bisa dikatakan iklan yang berhasil. Sehingga nantinya kalau bagus, teruskan iklannya, naikkan budget iklannya, catat polanya mengapa bisa berhasil. Untuk kemudian dibuat iklan yang polanya serupa.

Kalau iklannya jelek? Jelas saja matikan iklan tersebut, ubah beberapa hal, hingga mendapatkan hasil yang lebih baik.

Parameter ini biasanya diukur dengan biaya. Yang kemudian disebut dengan biaya akusisi, dan biaya membayar setiap leads yang masuk. Tinggal dicek, berapa sih harga yang kamu bayarkan untuk mendapatkan 1 leads?

*Leads itu calon pembeli yang sudah isi form order yaaa.

Kalau harga yang kita bayarkan masuk akal dengan profit produk kita, maka itu iklan yang cukup berhasil.

Full cara agar iklan tidak boncos dan materi online marketing lainnya bisa kamu dapetin di YEA Virtual lho! Kelas online selama 2 bulan dan bisa diikuti oleh siapapun dan dimanapun tanpa dibatasi usia

Hampir semua materi di YEA reguler akan dibahas di sini, termasuk pembahasan online marketing bersama pakarnya

Biayanya..?? Hanya 5 juta aja (terbatas untuk 50 orang pertama). Mulai belajar insya Allah tanggal 23 Juni 2020. Daftar disini sebelum kamu kehabisan seat!

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA