• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Urgent, butuh cashflow harian..?!

Banyak bisnis offline yang bisa menghasilkan cashflow harian sob, contohnya:

  1. Toko kelontong
  2. Angkringan
  3. Buka lapak di jalan, jual kemeja pake mobil juga bisa

Tapi, ada yang sedang digemari anak muda jaman sekarang nih sob, yaitu kopi. Dan bisnis kedai kopi bisa jadi salah satu cara untuk menghasilkan cashflow harian kamu.

“Kalian jangan bayangin bisnis kopi kaya coffee shop yang modalnya puluhan juta ya, wkwk..”

Buat yang kecil saja dulu, meskipun receh tapi jika penjualannya banyak, sadis juga omsetnya. Kalau gak percaya coba tanya ke bapak-bapak pinggir jalan yang buka warung kopi, berapa coba penghasilannya??

“Yang jelas, bisa lebih tinggi dari gaji pegawai (padahal dekornya gak bagus-bagus amat)..!! JLEBB.”

Yuk simak 3 alasan kenapa kedai kopi layak untuk bisnis awal kamu

  1. Modalnya kecil

Kamu bisa menggunakan gerobak atau kios pinggir jalan yang tentunya jauh lebih murah daripada membuat coffee shop.

Karena di pinggir jalan, kamu gak perlu mesin espresso dengan tegangan listrik tinggi. Cukup espresso maker manual seperti Rok Presso, Bellman atau The Little Guy.

Harga alat-alat kopi ini jelas lebih murah, jadi lebih hemat kan..!!

  1. Bisa seduh manual

Karena kaki lima, kamu bisa buat konsep kedai kopi kaki lima khusus “manual brew”. Dan ini, sama sekali gak pake listrik sob.

Kedai kopi khusus seduh manual masih sedikit di Indonesia. Siapa tahu bisnismu jadi kedai kopi manual brew pertama di kotamu.

  1. Bisa pindah-pindah

Karena kedai kopi ini kaki lima, apalagi jika menggunakan truk atau gerobak kamu bisa bongkar pasang dengan mudah. Bahkan kamu bisa keliling dulu untuk di awal, cari daerah mana yang paling ramai. Barulah kamu menetap di sana.

Bagaimana, tertarik buka kedai kopi untuk cashflow harian kamu?

Sebenarnya konsep ini juga bisa diterapkan di bisnis lain. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan kamu. Yang paling penting kamu harus pinter-pinter cari bisnis apa yang cashflow-nya bisa harian ya..

Btw, kenapa sih daritadi nyinggung cashflow terus hehe..

Gini sob, dalam bisnis ada kondisi untung namun sebenarnya rugi. Kok bisa..?

Karena keuntungannya masih berupa ‘hutang’ di pihak terkait yang belum sampai pada kita. Disebut rugi, karena keuntungan masih berupa perhitungan. Bakan berupa cash saat ini.

Hehe kok mulai serius gini, lanjut dulu ya..

Hal itu terjadi biasanya karena konsumen membayar belakangan, sedangkan kita harus membayar supplier di muka.

Itulah yang menyebabkan tidak adanya pemasukan harian. Sehingga kas yang ada terus tergerus untuk biaya operasional. Kondisi yang baik adalah jika konsumen membayar dimuka, sehingga pemasukan dapat diputar lagi untuk menambah keuntungan dan biaya operasional.

Agar bisnis dapat bertahan, yang penting bukan ‘untung’, melainkan cash flownya lancar atau tidak. Karena cash adalah darahnya bisnis kita.

“Cari orderan itu gampang sob. Tapi cari yang bayarnya tunai dimuka itu yang gak mudah. Hehe..”

So, bisnis offline seperti kedai dan angkringan ataupun rumah makan pastinya konsumen akan selalu membayar cash saat itu juga kan, jadinya insya Allah akan menghasilkan cashflow harian. (kecuali anak kos yang ngutang ya wkwk..)

Bagaimana??

Bagi yang kurang paham atau ingin share pengalaman tentang cashflow bisa langsung tulis di kolom komentar ya, siapa tahu ada yang terinspirasi setelah membaca pengalaman kamu. 🙂

 

Semoga bermanfaat 🙂

Subscribe
Newsletter