• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Fokus pada solusi, bukan pada masalah..!!

“Karena bisnis tidak pernah salah, cara mengelolanya yang seringkali kurang tepat.”

Banyak kasus bisnis yang sedang lesu, sepi, bahkan mungkin sudah mau bangkrut, owner-nya malah menyalahkan bisnisnya tanpa mengoreksi cara dia mengelola.

Berbagai alasan dikeluhkan, seperti:

Kompetitor makin banyak nih..

Wah sekarang impor barang lagi sulit..

Susah banget nih cari pegawai..

Konsumen kok rewel semua..

Tim saya sulit diatur..

Partner saya itu susah banget diajak kerjasama..

Dan lain sebagainya yang kalau diteruskan mungkin bisa sampai menyalahkan kucing peliharaannya, hehe..

Namun, saat mereka ditanya ulang mengenai apa yang dikeluhkannya tersebut, ternyata sebenarnya mereka tahu solusinya seperti apa dan harus bagaimana.

Lalu, mengapa mereka masih terjebak dalam masalah yang sama..? Jawabannya, karena mereka tidak mau bergerak untuk mewujudkan solusi. Mereka terlalu sibuk dengan melontarkan keluhan dan menyalahkan keadaan, berharap orang yang dikeluhkannya yang akan menyelesaikan masalah.

Padahal, kesalahan utama seorang pebisnis adalah ketika kita berharap orang lain yang akan menyelesaikan masalah bisnis kita.

Mengapa??

Karena dalam bisnis kita, kita adalah owner sekaligus leader-nya.

Dalam sistem bisnis, kita berada di posisi puncak yang mengatur segala strategi dan keputusan. Sedangkan keputusan, salah satunya tergantung pada skill kita dalam mengelola bisnis.

Seperti kelompok Hombis Makaroni Dong dari YEA 33 yang beberapa waktu lalu berada dalam kondisi yang sangat buruk, namun dapat berubah dalam 4 hari tembus omset lebih dari 11 Juta Rupiah.

Makaroni Dong terbuat dari makaroni goreng dengan racikan bumbu rahasia. Biasanya makaroni hanya dimakan biasa dengan bumbu asin ataupun pedas, Makaroni Dong dapat dimakan seperti sereal. Yap, bisa dimakan dengan susu loh guys.

Rasanya yang ngangenin dan differensiasi yang cerdas tersebut seharusnya dapat menjadikan Makaroni Dong sebagai produk sapi perah.

Sayangnya kepemimpinan kelompok Makaroni Dong yang kurang baik, hingga pada ketidakjelasan komunikasi, menyebabkan interaksi dalam kelompok tersebut tidak berjalan lancar sehingga tidak menghasilkan penjualan. Namun dihari-hari terakhir menjelang review final Hombis YEA 33, semua berubah menjadi lebih baik.

“Apa yang menyebabkan omset kalian naik drastis di tengah konflik yang kalian hadapi..?” Tanya salah satu mentor

“Justru karena konflik dalam kelompok, akhirnya membuat kami mencoba ingat kembali pada tujuan awal Home Business ini. Minimal kami ingin modal kami kembali, sehingga kami mulai mencari solusi. Bukan berfokus pada masalah. Kami sepakat untuk memperbaiki kinerja dari jobdesc masing-masing. Melakukan interaksi dan evaluasi setiap hari. Mencoba mempraktekkan semua ilmu pemasaran yang telah dipelajari. Selain itu, marketing langit memang sangat menentukan. Perbanyak doa, minta doa pada orang tua, dan perbaiki hubungan antar anggota, maka akan melancarkan bisnis itu sendiri.” Tutur salah satu anggota tim Makaroni Dong

Jadi, bisnis tidak pernah salah, yang salah adalah pengelolaan kita terhadap bisnis tersebut.

Dan siapa pengelolanya..?? Yap, diri kita sendiri.

Kita bertanggung jawab penuh terhadap semua hasil yang terjadi dari bisnis kita. Sehingga mutlak bagi kita untuk mengasah skill bisnis dan meng-upgrade ilmu bisnis, mengingat cepatnya dinamika bisnis saat ini.

Jangan pelit menyisihkan keuntungan kita untuk investasi leher ke atas, demi pengembangan dan keberlangsungan bisnis kita.

Semoga menginspirasi.. 🙂

 

Subscribe
Newsletter