• Call us: 085-100-313999
  • info@yea-indonesia.com

YEA Reguler

Kurikulum

Dengan mengadopsi kurikulum sekolah-sekolah bisnis terbaik dunia menjadikan kurikulum yang dimiliki YEA sangat berbeda dengan kebanyakan sekolah-sekolah binis yang ada di Indonesia pada umumnya. Dengan sistem pendidikan yang memperbanyak praktik, simulasi, permainan serta projek-projek bisnis yang nyata (expriential learning), siswa diharapkan lebih mudah dan cepat memahami real business yang akan dijalaninya kelak. Mengasah multiple intelligence dengan memberikan banyak keilmuan praktis, kepribadian serta kerohanian sebagai tujuan esensi seorang entrepreneur.

Apa saja yang diajarkan YEA Reguler?

 
Yea Starting
(Bulan 1-2)
Yea Managing
(Bulan 3-4)
Yea Expanding
(Bulan 5-6)
ECamp Basic Courtesy in Business Permodalan & Investasi
Field Trip UKM Field Trip UKM Field Trip UKM
People Management I People Management II Franchising
SWOT-ing (practice) Cashflow Game (practice) Event Organizer (practice)
Time Management Accounting for Biz Owner Business Model Canvas
Materi Reporting Finance Business Plan
Communication Skill Praktik Entrepreneur Lapangan (magang) Business Plan (practice)
Selling Skill How to Systemize Business Retail Management
Selling Competition (practice) Home Business (practice) Legal Aspect
Simply Marketing Leverage Business Coaching Clinic
Creative Thinking Project Management  
Creative Promotion Negotiation Skill  
Promotion Competition (practice)    
5 Ways to Increase Profit    

 

Apa bedanya sekolah bisnis yang lain dengan YEA?

 
MBA YEA Reguler
Bergelar, ada ijazah Non-gelar, tanpa ijazah
Dosen sebagai pengajar Praktisi bisnis terlibat sebagai mentor
Komposisi materi lebih banyak teori Komposisi materi: 30% teori, 70% praktik
Fokus materi: mengelola perusahaan yang sudah ada Fokus: membangun usaha yang belum ada, atau mewaralabakan usaha yang sudah ada

Berapa lama belajar di YEA Reguler?

Program YEA berdurasi 6 bulan atau 1 semester, yang dibagi menjadi 3 tahap:

  1. YEA Starting: berisi materi, simulasi dan praktik memulai usaha.
  2. YEA Managing: berisi materi, simulasi dan praktik mengelola usaha.
  3. YEA Expanding: berisi materi, simulasi dan praktik mengembangbiakkan usaha.

Bagaimana sistem pengajaran di YEA?

YEA memadukan sistem pembelajaran antara ‘training-coaching-mentoring’, dengan alur sbb:

  1. Siswa akan dibekali dengan materi yang berhubungan dengan tugas praktik yang akan dikerjakan. Materi-materi yang diberikan sudah distandarisasi dan akan disampaikan oleh para certified trainer YEA. Oleh sebab itu, tahap ini disebut training.
  2. Siswa akan diberi tantangan melalui tugas di lapangan agar bisa mempraktekkan teori yang sudah diajarkan. Hasil kegiatan siswa dilapangan akan di-review untuk mengevaluasi apakah ada penyimpangan antara teori dan praktik di lapangan. Akan ada fasilitator yang membantu siswa untuk menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi di lapangan. Oleh sebab itu tahap ini disebut coaching.
  3. Paska tugas di lapangan siswa akan dipertemukan dengan praktisi bisnis atau disebut sesi mentoring. Fungsi mentor ini adalah memberikan trik-trik teknis berhubungan dengan tugas lapangan yang telah siswa lalui. Oleh karena itu, mentor haruslah praktisi bisnis yang ahli di bidangnya. Fungsi mentor juga membimbing para siswa pada saat menjalankan usaha yang sebenarnya atau setelah menyelesaikan program belajarnya.

Kenapa YEA memakai istilah Academy?

Sama halnya seperti Akademi Fantasi Indosiar (AFI), Entrepreneur University (EU) ataupun Laksamana Sukardi, pemilihan nama Academy pada YEA bukanlah dalam arti institusi akademis melainkan dalam arti bobot keseriusan YEA untuk mencetak para wirausahawan muda tanpa memandang status ataupun gelar. Oleh sebab itu bagi mereka yang lulus dari YEA sama sekali tidak diberikan gelar, karena mereka belajar bukan untuk melamar kerja melainkan untuk menciptakan usaha yang justru memberikan peluang kerja bagi orang lain.

Apakah dijamin pasti sukses membangun usaha setelah belajar di YEA?

Kesuksesan setiap orang ditentukan oleh dirinya masing-masing. Para mentor dan fasilitator hanya membantu percepatan prosesnya karena sharing & mentoring/coaching yang diberikan tentu akan meminimalisir proses trial & error atau jatuh-bangun-nya seorang pebisnis pemula. Sepanjang peserta menegakkan disiplin diri dan menerapkan semua yang diajarkan oleh para mentor dan fasilitator, keberhasilannya membangun usaha tentu akan jauh lebih besar.

Subscribe
Newsletter