• Call us: 085-100-313999
  • info@yea-indonesia.com

Asean-China Young Entrepreneur Forum

September 3, 2017

Asean-China Young Entrepreneur Forum

Jadi Womanpreneur Kenapa Engga..??

Nur Pajriyah Ulfa (owner La Mente​ – alumni YEA 21) lolos seleksi proposal dan menjadi salah satu perwakilan Indonesia sebagai speaker dalam ajang bergengsi Asean-China Young Entrepreneur Forum Role of Emerging Youth and Women Entrepreneurs in Economic Development“, Siem Reap, Cambodia, 3-5 September 2017 lalu.

Ulfa, begitu sapaan akrabnya, merupakan speaker termuda dalam forum tersebut. Sebagaimana tema forum yang mengangkat peran wanita sebagai pelaku entrepreneur, Ulfa membagi pengalamannya dengan bisnis yang ia geluti saat ini.

Asean-China Young Entrepreneur Forum

Acara dibuka dengan sambutan dari H.E. Mr. LUY David, Secretary of State of the Ministry of Foreign Affairs and International Cooperation of Cambodia, yang kemudian dihadiri oleh 19 pembicara dari berbagai penjuru negara ASEAN selama 3 hari. Berdiskusi mengenai peluang dan sistem bisnis berkelanjutan bagi para pemuda dan wanita di ASEAN.

Mengawali bisnis sejak tahun 2013, dari mulai menjual minuman botol, EO, baby spa, hingga sekarang fokus di La Mente Food Indonesia, satu hal yang ia rasakan bahwa menumbuhkan bisnis tidak bisa sendirian.

Ulfa dan rekan (Retno alumni YEA 21) membangun team yang ahli dibidangnya, bekerjasama dengan para petani kacang mete lokal, dan membelinya dengan harga yang wajar. Mereka juga memberdayakan penduduk setempat.

Cambodia

Banyak yang bertanya, kenapa harus kacang mete..??

Karena Ulfa melihat Indonesia kaya akan sumber daya alam khususnya kacang mete. Namun jajaran kacang mete di bisnis retail Indonesia malah produk dari luar.

Hal itu yang membuatnya ‘greget’ dan melihat peluang bisnis yang bagus dan bisa memberdayakan orang lokal.

La Mente sendiri bergerak dibidang retail food, snack kacang mete panggang. Kini tersedia dalam varian rasa seperti rendang, coklat, sea salt, dan karamel.

Ulfa yea 21

Dalam pidatonya, Ulfa mengungkapkan bahwa 10 tahun lalu, mahasiswi Indonesia ingin cepat lulus kuliah terus bekerja di perusahaan atau cepat menikah, tapi sekarang ingin punya usaha sendiri. Karena sekarang menikah dan bekerja bukan satu-satunya cara untuk sukses. Tapi sekarang masanya dunia tanpa batas.

Ia pun menyebutkan bahwa berkat teknologi, semua orang juga bisa bekerja dari rumah khususnya wanita. Dengan akses informasi, ilmu dan teknologi , serta semua alat pendukungnya mudah untuk dimanfaatkan, sehingga wanita bukan hanya berkembang namun juga mampu mengubah dunia sekitarnya. Yaps, change the culture. Saat wanita sejahtera, maka semua sejahtera.

“Dengan bisnis ini juga, saya menjadi salah satu finalis di ajang bergengsi di Indonesia yaitu Foodstartup Indonesia. Saya senang melakukan pekerjaan ini, hidup saya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bertemu dengan orang baru dan masalah-masalah baru ditiap harinya, menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Saya percaya proses tidak akan mengkhianati kerja keras. Terima kasih YEA dan La mente.” tuturnya.

Subscribe
Newsletter