• Call us: 085-100-313999
  • [email protected]

Revolusi Bisnis Model Saat Corona Menyerang • yea-indonesia

Revolusi bisnis model saat corona Oleh: Jaya Setiabudi (Founder Yukbisnis, YEA, ECAMP)

Disaat kondisi wabah seperti ini, sebetulnya apa sih yang paling perlu kita siasati atau perlu kita ubah..?

Jika anda pernah membaca atau menonton materi ‘Buka Langsung Laris’, terdapat 7 formula:

  1. Bidik pasar potensial
  2. Membuat produk yang ‘ngangenin’
  3. Kemasan pertama diambil (bisa berupa tampilan, outlet, atau iklan yang membuat orang terhenti)
  4. Merek yang nge-TOP
  5. Saluran D=P
  6. Penyebar virus
  7. Lompatan konversi

Jika anda cermati baik-baik, maka ada formula dasar dari 7 formula tersebut yaitu:

  1. Pasar
  2. Produk
  3. Kemasan
  4. Merek
  5. Distribusi
  6. Promosi
  7. Konversi

Namun 3 hal saja yang perlu kita perhatikan, yakni:

  • Pasar
  • Produk (ini yang akan banyak mengalami pergeseran)
  • Distribusi

Sedangkan sisanya tidak banyak perubahan dalam bisnis model saat corona.

Pasar potensial saat lockdown

– Sembako (kebutuhan pangan primer seperti beras, minyak, sayuran, daging, dll)

Frozen food (semua makanan yang bisa dibuat dalam bentuk frozen, karena orang sudah tidak bisa ke restoran lagi sehingga jika ingin menikmati baso dsb maka dapat membeli dalam bentuk frozen)

– Pembersih (termasuk APD, sanitizer, masker, karena orang ingin merasa aman dan takut akan penyakit)

– Herbal (seperti jamu dan obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh)

– Mainan anak mandiri (karena anak-anak di rumah setiap hari, otomatis orang tua sangat membutuhkan mainan anak agar tidak bosan dan dapat mengisi hari-hari mereka. Terutama bagi yang ortunya WFH akan sangat terbantu)

Home gym (tidak perlu mahal, yang penting dapat membantu kita berolahraga setiap hari. Orang tidak bisa pergi ke gym, jadi membutuhkan home gym)

E-learning (orang tidak bisa ikut training yang bersifat tatap muka, sehingga e-learning jadi solusi)

– Konten video

Lalu bagaimana dengan bisnis modelnya..?

1. Target pasar sama – produk yang berbeda

Contoh: fashion >> mamah muda >> frozen food, mainan anak

Nah dalam hal ini, bisa fashionnya yang dipertahankan tapi target pasarnya berbeda. Atau target pasarnya yang dipertahankan tetap ‘mamah muda’ tapi produknya yang kita ganti. Pasarnya tetap sama, hanya kebutuhannya sekarang yang berbeda.  

Jika dulu mamah muda beli fashion, maka sekarang mamah muda akan lebih cenderung untuk membeli frozen food atau mainan anak.

2. Produk sama – target pasar berbeda

Contoh: Disinfektan >> mobil >> rumah, kantor

Misal tadinya menjual disinfektan untuk mobil, maka sekarang kita jual disinfektan untuk rumah atau kantor.

3. Industri yang sama – produk dan target pasar berbeda

Contoh: Konveksi busana muslim >> masker, hazmat

Sekarang, kata kunci untuk distribusinya yaitu:

Dari offline ke online dan produk yang bisa dikirimkan

Yang semula buka klinik maka coba mulai dibuat konsultasi via online dan produk kecantikannya bisa dikirimkan. Kemudian restauran dan cafe, bisa coba buat produknya menjadi frozen food sehingga bisa dikirimkan dan dipasarkan online. Semuanya harus seperti itu. Harus bisa dikirimkan.

Jadi, saluran distribusinya apa..? Revolusi distribusi, eranya pergudangan. Mau tidak mau kita harus menggunakan saluran distribusi berupa pergudangan. Prinsipnya adalah meletakkan produk kita di pergudangan yang disewakan. Ada banyak untuk saat ini, salah satunya JNE.

Distribusi pergudangan sangat cocok dijodohkan dengan sistem dropship dan affiliate.

Apakah reseller akan hilang..?                                                                     

Tidak. Reseller akan masuk ke perumahan-perumahan. Kuncinya untuk reseller adalah memasarkan ke target pasar yang sama secara geografis.

Bagaimana cara promosinya..?

Hampir semua orang memegang hp saat lockdown, mencari hiburan dan informasi melalui internet dan layar hp. Berikan mereka informasi dan hiburan yang menarik, yang kemudian kita sisipkan dengan promosi atau iklan produk kita.

Ingat kaidahnya, ‘setiap lubang bisa jadi jalan masuk’.

Semoga adanya covid ini membawa keberkahan untuk kita. Semoga bermanfaat..

Subscribe
Newsletter
Open chat
1
Tanya Disini Yuk
Hai, calon pengusaha!
Selamat datang di YEA