• Call us: 085-100-313999
  • info@yea-indonesia.com

The Sugar Table, Berawal Dari Sebuah Keberanian Pemuda 24 Tahun

sugar-2

The Sugar Table, Berawal Dari Sebuah Keberanian Pemuda 24 Tahun

“Hanya bertanya saja kok takut, padahal gak disuruh bayar. Ng-klik juga kok takut, padahal gak meletup.”

Itulah kata-kata Gurunda Jaya Setiabudi yang selalu diingat oleh Tyo alumni YEA 20. Pemilik nama lengkap Prasetyo Abdurrahman Angga Wirakusuma Putra tersebut menerapkan kata-kata itu sehingga menjadi bisnis yang ia jalani saat ini, ‘Sugar Table-Dessert & Shake’.

sugar-1

Lahir di Bandung pada tanggal 2 September 1991 sebagai anak pertama, Tyo terbiasa memegang tanggungjawab dalam mengasuh adik-adiknya. Meskipun dibesarkan dalam kondisi yang serba ada, namun tidak membuat Tyo menjadi manja dan malas. Terutama setelah kepergian kedua orangtuanya, Tyo lebih berusaha memenuhi kebutuhan adik-adiknya.

Tyo yang saat itu sedang menuntut ilmu di salah satu universitas swasta di Bandung, terpaksa menunda kuliahnya dan fokus untuk mencari uang. Tyo akhirnya berpikir bahwa berwirausaha dapat menjadi salah satu caranya.

Kemudian Tyo berusaha mencari buku-buku bisnis, yang mana ‘The Power of Kepepet’ menjadi salah satunya. Dari buku tersebut, ia mendapat informasi mengenai YEA (Young Entrepreneur Academy) dan memutuskan untuk menuntut ilmu bisnis di sana dalam batch 20.

Jaringan dan ilmu yang ia dapatkan dimanfaatkan dengan baik. Selepas project Event Organizer di YEA, ia pun memutuskan untuk menjadi reseller celana jeans. Namun tidak berlangsung lama, dikarenakan ia merasa tidak terjiwai untuk bisnis tersebut.

sugar-3

Inspirasi memang tidak akan muncul jika kita tidak mencarinya. Tyo yang saat itu sedang berjalan dengan sahabatnya, melihat satu bangunan yang sedang disewakan. Tanpa pikir panjang, Tyo pun memberanikan diri untuk masuk dan menanyakan harga sewa bangunan tersebut.

Tanpa ia sadari, Tyo membuat negosiasi harga yang mana ia sanggupi untuk menyewanya kala itu. Kesepakatan harga dibuat tanpa ia pikirkan mengenai bisnis apa yang akan ia garap di dalamnya.

Tyo dan sahabatnya kemudian berpikir untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat makan atau cafe. Mereka menemui kerabatnya yang saat itu sedang bekerja di hotel dengan gaji yang minim. Tyo pun menawarkan padanya untuk bergabung dan menjadi pembuat makanan.  

Dessert, menjadi makanan yang dapat dibuat oleh kerabatnya. Sehingga lahirlah Café ‘Sugar Table-Dessert & Shake’ pada tahun 2015, yang outletnya berada di Jalan Ibu Ganirah No. 18, Cibeber-Cimahi. (Belakang Kampus Unjani) sampai saat ini.

sugar-2

Buka dari jam 11 siang hingga jam 9 malam, The Sugar Table menyediakan berbagai menu andalan dessert dan juga milk shake. Dekorasi yang apik, membuat café tersebut dapat menjadi tempat yang nyaman untuk hang out bersama teman ataupun keluarga. Menu dan tempat dapat kita lihat di instagram dengan akun ‘thesugartable’.

Itulah sepenggal kisah salah satu alumni YEA 20 yang berani dalam berpikir dan bertindak. Semoga dapat menginspirasi.

“Tanpa tapi, tanpa nanti.”

Jika berpikir saja takut, lalu bisnisnya mau bagaimana..??

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Subscribe
Newsletter